Tunggu Sebentar

“Tunggu sebentar,,” katamu tanpa suara “aku sedang ingin marah”

Tapi hati ini tak kunjung tenang. Sedangkan mulut dan tanganku terus saja gatal bertanya. Ada banyak mengapa dan bagaimana yang mengapung di kepala. Yang menuntut jawaban segera.

“Tunggu sebentar,,” katamu lewat jawaban-jawaban singkat seperlunya. “Aku sedang ingin mengobati luka”.

Aku bukan tak tahu apa salahku, hanya tak tahan dengan marahmu. Rasanya seperti siksa yang tak kunjung reda. “Berhentilah marah..” Pintaku lewat maaf yang terus diulang, layaknya putaran lagu di gramedia yang membuatmu sakit kepala.

“Tunggu sebentar,,” katamu lewat diammu yang membuatku terganggu. “Aku hanya butuh sedikit waktu”

Tapi aku sudah seperti ikan yang keluar dari habitatnya. Menggelepar kehabisan udara. Dan karena pendeknya kesabaran, aku menuntutmu untuk menyudahi marahmu segera.

“Tunggu sebentar,,” katamu lewat ruang hampa dibentangkan. “Pada waktunya semua akan kembali seperti biasa.”

Setiap luka akan kering, setiap bekas luka akan menghilang. Yang aku butuhkan hanya sedikit kesebaran menunggu waktu memulihkan segalanya.

Setiap marah akan reda, setiap sakit hati akan terlupa. Yang aku butuhkan hanya sedikit kesabaran. Membiarkannya sendiri bersama gulatan rasa tanpa dibisingkan dengan ratusan maaf dan tanya.

Aku tahu, tapi seringkali tak mau tahu. Bersabar sedikit saja aku tak mampu. Rasioku terlanjur kalah oleh egoku. Dan pundakku tak terbiasa menahan ketidaknyamanan yang mengganggu.

“Tunggu sebentar,,” kataku pada diriku. “Kau pasti bisa, jika mau mencoba”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s